Berita gembira! Tahukah kamu bahwa Indonesia sekarang menduduki peringkat ke-6 dunia? Ya, tapi sayangnya peringkat tersebut merupakan peringkat dunia dengan penyandang diabetes (diabetesi), yaitu sebanyak 10,6 juta orang.
Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts
Mitigasi Bencana Untuk Para Disabilitas dan Orang Yang Pernah Menderita Kusta
Sebagai negara kepulauan yang berada di lempeng tektonik, tidak mengherankan bila sering terjadi ombak pasang, gempa sampai gunung berapi berstatus waspada di Indonesia.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sejak awal tahun, lebih dari 3000 bencana alam terjadi di bumi pertiwi.
Yang terbaru, gempa menimpa saudara-saudara kita di Cianjur dan Gart.
Selain gempa, banjir juga masih jadj PR kita bersama...terlebih di musim penghujan seperti sekarang.
Tentunya semua pihak akan terdampak oleh bencana, tak terkecuali penyandang disabilitas dan Orang Yang Pernah Menderita Kusta (OYPMK).
Talkshow Penanggulangan Bencana Inklusif Bagi OYPMK Dan Penyandang Disabilitas Oleh KBR.id
Pada 29 November 2022 lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti talk show oleh KBR tentang penanganan bencana untuk OYPMK dan penyandang disabilitas dengan narasumber, Drs. Pangarso Suryotomo, direktur Direktorat Kesiapsiagaan BPNB dan Bejo Riyanto, ketua Konsorsium Peduli Kusta (PELITA).
Menjadi penyandang disabilitas daksa sejak lahir tak melunturkan semangat Pak Bejo untuk menjalani hari. Ia berharap dengan adanya PELITA ini, masyarakat mendapat informasi dan sosialisasi yang benar tentang disabilitas dan OYPMK, terutama ketika terjadi bencana alam.
Papang, sapaan akrab Drs. Pangarso Suryotomo, memaparkan bahwa 80% desa di Indonesia, rawan bencana. Karenanya, beliau menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan bencana di daerahnya.
Seperti yang disebutkan di peraturan Kepala BNPB Nomor 14 Tahun 2014, yang disebut juga 3 Mandat Mitigasi Bencana Bagi Penyandang Disabilitas dan OYPMK, penyandang disabilitas berhak untuk mendapat perotolongan, partisipasi dan juga perlindungan. Namun tetap diperlukan pengawasan dan dukungan semua pihak agar dapat berjalan baik.
3 Mandat Mitigasi Bencana Bagi Penyandang Disabilitas dan OYPMK
1. Pertolongan
Penyandang disabilitas dan OYPMK mempunyai hak untuk mendapat dan memberikan pertolongan ketika bencana terjadi.
2. Partisipasi
Penyandang disabilitas dan OYPMK bisa berkontribusi aktif dalam kebencanaan. Memberi kesempatan penyandang disabilitas untuk mengambil peran aktif akan mendorong dan menguatkan semangat penyandang disabilitas terdampak.
3. Perlindungan
Memberikan hak perlindungan aman untuk OYPMK dan penyandang disabilitas, wajib diberikan. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat juga harus memberikan perlindungan pada korban bencana alam, termasuk disabilitas.
Kesimpulan
Edukasi tentang penanganan bencana sangat penting. Maka tak mengherankan bila idak heran BNPB menggandeng Kemendikbud untuk memasukkan materi penanganan bencana melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kita pun sebagai masyarakat juga perlu berperan aktif dalam sosialisasi terkait bencana kepada orang-orang di sekitar kita.
Kena Kusta? Diobati Dong, Gitu Aja Kok Repot?
Kusta adalah sebuah penyakit, dan penanganan terbaik untuk penyakit adalah pengobatan yang tepat. Sesederhana itu.
Tips Memilih Facial Wash Pria Untuk Kulit Berminyak & Berjerawat…Jangan Ada Yang Di-skip!
Hey! Apa kamu pemilik kulit berminyak dan berjerawat? Good news buat kamu, di postingan kali ini saya mau spill tips buat memilih facial wash pria untuk kulit berminyak dan berjerawat. Simak baik-baik, jangan ada yang kamu skip ya.
Sebelum kita go thru lebih jauh, kamu tahu nggak kalau sebenarnya adalah hal yang normal jika kulit kita berminyak? Ya, minyak atau sebum merupakan minyak alami yang berfungsi melapisi kulit dan rambut untuk menjaga kelembapannya.
Namun, ketika sebum yang diproduksi terlalu banyak akan timbul masalah baru, salah satunya jerawat. Hal ini terjadi karena saat kulit berminyak, maka kotoran akan lebih mudah menempel dan menyumbat pori.
Selain itu, sel-sel kulit mati yang seharusnya rontok dengan sendirinya, justru menumpuk dan menyumbat pori wajah.
Eh, walaupun kulitmu berminyak, kamu juga tetap perlu pelembab. Karena kamu pun juga bisa dehidrasi lho. Yang penting kamu pilih produk pelembab dengan kandungan asam hialuronat yang bersifat anti astringent dan anti bakteri.
Jadi, buat yang tangannya kegatelan, mau pegang wajah mulu, mulai sekarang ubah ya kebiasaanmu.
Good news buat kamu yang lagi bingung cari-cari produk pembersih wajah. Karena pencarianmu berhenti di sini.
Memperkenalin, HG For Men Facial Wash Acne Care & Oil Control yang akan bantu kamu kendalikan produksi minyak berlebih dan mencegah munculnya jerawat.
Dengan kandungan charcoal yang efektif membersihkan dan mengurangi minyak berlebih, ditambah amino acid yang melembabkan kulit. Selain itu, masih ada allantoin yang berfungsi mengangkat kulit dan menjaga tekstur kulit, dan mentol yang menyegarkan kulitmu dan memberikan sensasi cool.
HG For Men Facial Wash Acne Care & Oil Control ini dibuat untuk kita cowok-cowok dengan tipe kulit yang berbeda dari cewek.
Emang cowok perlu segitunya ya buat merawat kulit? Well let me tell you, yang perlu merawat kulit itu bukan cuma cewek loh, tapi semua orang yang punya kulit.
Ya nggak?
Ganteng dan keren itu hanyalah efek samping dari merawat kulit. Yang utama adalah, ini adalah salah satu cara bersyukur karena masih diberi kulit. 😉
Oya, selain facial wash, HG For Men juga menghadirkan serangkaian produk perawatan wajah yang kamu wajib coba seperti: sampo, tonik rambut, serum wajah, parfum, untuk mengatasi masalah grooming para #ProfessionalMen.
Di dalam memilih produk face wash, pastikan produk itu sesuai dengan jenis dan karakter kulitmu. Kalau kulitmu berminyak dan berjerawat, gunakan facial wash pria untuk kulit berminyak dan berjerawat.
Salah satu produk yang bisa kamu gunakan untuk kontrol minyak wajah adalah #HGForMen Facial Wash Acne Care & Oil Control. Kamu bisa dapatkan produk #SkincarePria ini secara online di beberapa marketplace favoritmu seperti Shopee, Tokopedia, atau offline di Borma, AEON, Lulumart, Asia Toserba, Diamond Super Market, Laris Toserba & Swalayan, Market City.
Nggak percaya? Cobain deh sendiri!
Sebelum kita go thru lebih jauh, kamu tahu nggak kalau sebenarnya adalah hal yang normal jika kulit kita berminyak? Ya, minyak atau sebum merupakan minyak alami yang berfungsi melapisi kulit dan rambut untuk menjaga kelembapannya.
Namun, ketika sebum yang diproduksi terlalu banyak akan timbul masalah baru, salah satunya jerawat. Hal ini terjadi karena saat kulit berminyak, maka kotoran akan lebih mudah menempel dan menyumbat pori.
Selain itu, sel-sel kulit mati yang seharusnya rontok dengan sendirinya, justru menumpuk dan menyumbat pori wajah.
3 Faktor Yang Memicu Produksi Minyak Berlebih
Selain tentunya, faktor genetik, ada pula faktor-faktor gaya hidup yang dapat memicu tubuh untuk memproduksi minyak berlebih dan pada akhirnya memunculkan masalah-masalah kulit lainnya, salah satunya jerawat.1. Konsumsi Susu
Susu memang baik untuk kesehatan tulang dan gigi kita, tetapi terlalu sering mengkonsumsi susu dan produk turunannya, dalam beberapa studi menunjukkan produksi minyak jadi tidak seimbang. Karena produk susu dan turunannya terbukti dapat merangsang kelenjar minyak di kulit dan bahkan, menyebabkan munculnya jerawat.2. Stres
Tak hanya mempengaruhi kondisi emosional, tapi juga kulit lho. Ketika kita stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol yang memicu peningkatan produksi minyak, jerawat dan masalah kulit lainnya.3. Make Up Tebal
Memakai riasan tebal akan beresiko menyumbat pori dan pada akhirnya meningkatkan produksi minyak.4. Kurang Minum Air
Tahukah kamu bahwa konsumsi cukup air dapat mengurangi sumbatan pada kelenjar kulit, jadi kelenjar minyak tidak terpicu untuk memproduksi minyak secara berlebih.Tips Merawat Kulit Berminyak Dan Berjerawat
Kalau memang sudah takdir kamu memiliki jenis kulit berminyak, ya mau bagaimana lagi. Tukeran juga nggak mungkin kan. Jadi, ya sudah, diperbaiki saja cara merawatnya. Lakukan hal-hal berikut ini untuk merawat wajah berminyak dan berjerawat.1. Rajin Mencuci Muka
Mencuci muka 2x sehari adalah wajib buat kamu yang kulitnya berminyak dan berjerawat. Bersihkan wajah di pagi hari sebelum beraktifitas dan di malam hari sebelum tidur.2. Gunakan Toner Setelah Mencuci Muka
Toner atau astringent merupakan produk yang berfungsi untuk membersihkan kulit, mengecilkan pori dan mengontrol minyak.3. Pakai Pelembab
Kulit berminyak kok malah dikasih pelembab? Bukannya makin oily tuh?Eh, walaupun kulitmu berminyak, kamu juga tetap perlu pelembab. Karena kamu pun juga bisa dehidrasi lho. Yang penting kamu pilih produk pelembab dengan kandungan asam hialuronat yang bersifat anti astringent dan anti bakteri.
4. Jangan Sentuh Wajah Dengan Tangan
Kulit berminyak itu lebih rentan berjerawat daripada orang dengan kulit kering. Walaupun nampak bersih, tapi sebenarnya ada jutaan kuman yang menempel di jarimu.Jadi, buat yang tangannya kegatelan, mau pegang wajah mulu, mulai sekarang ubah ya kebiasaanmu.
5. Pakai Kertas Minyak
Kurangi minyak berlebih dengan menempelkan kertas minyak atau blotting paper di wajahmu.6. Pilih Produk Perawatan Bebas Minyak
Hindari produk-produk perawatan wajah berbahan dasar minyak karena itu akan semakin meminyakimu. Lebih baik menggunakan produk yang berbahan dasar air berbentuk gel.7. Pilih Makanan Yang Tepat
Tidak semua makanan berminyak dapat memicu produksi minyak berlebih, misalnya minyak ikan atau asam lemak omega 3. Selain mengganti makanan, makan sedikit tapi sering sehingga gula darah stabil dan produksi minyak pun berkurang.Memilih Produk Facial Wash Untuk Kulit Berminyak Dan Berjerawat Pria
Ada banyak produk facial wash yang beredar di pasaran. Bagaimana memilih produk yang sesuai untuk kulit kita? Khusus untuk kamu pemilik kulit berminyak dan berjerawat, perhatikan beberapa poin berikut ini dalam memilih produk perawatan wajah:- Gunakan gentle cleanser
- Pilih pelembab yang ringan
- Pakai sunscreen minimal SPF 30
HG For Men Acne Care & Oil Control Facial Wash Untuk Kamu Dengan Kulit Berminyak Dan Berjerawat
Good news buat kamu yang lagi bingung cari-cari produk pembersih wajah. Karena pencarianmu berhenti di sini.
Memperkenalin, HG For Men Facial Wash Acne Care & Oil Control yang akan bantu kamu kendalikan produksi minyak berlebih dan mencegah munculnya jerawat.
Dengan kandungan charcoal yang efektif membersihkan dan mengurangi minyak berlebih, ditambah amino acid yang melembabkan kulit. Selain itu, masih ada allantoin yang berfungsi mengangkat kulit dan menjaga tekstur kulit, dan mentol yang menyegarkan kulitmu dan memberikan sensasi cool.
HG For Men Facial Wash Acne Care & Oil Control ini dibuat untuk kita cowok-cowok dengan tipe kulit yang berbeda dari cewek.
Emang cowok perlu segitunya ya buat merawat kulit? Well let me tell you, yang perlu merawat kulit itu bukan cuma cewek loh, tapi semua orang yang punya kulit.
Ya nggak?
Ganteng dan keren itu hanyalah efek samping dari merawat kulit. Yang utama adalah, ini adalah salah satu cara bersyukur karena masih diberi kulit. 😉
Oya, selain facial wash, HG For Men juga menghadirkan serangkaian produk perawatan wajah yang kamu wajib coba seperti: sampo, tonik rambut, serum wajah, parfum, untuk mengatasi masalah grooming para #ProfessionalMen.
Kesimpulan
Merawat kulit wajah itu bukan hanya buat cewek aja, tapi untuk semua orang yang punya kulit. Jadi, udah nggak ada alesan lagi, nggak merawat kulit karena kamu bukan cewek.Di dalam memilih produk face wash, pastikan produk itu sesuai dengan jenis dan karakter kulitmu. Kalau kulitmu berminyak dan berjerawat, gunakan facial wash pria untuk kulit berminyak dan berjerawat.
Salah satu produk yang bisa kamu gunakan untuk kontrol minyak wajah adalah #HGForMen Facial Wash Acne Care & Oil Control. Kamu bisa dapatkan produk #SkincarePria ini secara online di beberapa marketplace favoritmu seperti Shopee, Tokopedia, atau offline di Borma, AEON, Lulumart, Asia Toserba, Diamond Super Market, Laris Toserba & Swalayan, Market City.
Nggak percaya? Cobain deh sendiri!
Jangan Lupa Rapikan Tempat Tidurmu!
Kadang hal-hal besar dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti, merapikan tempat tidurmu.
Sudah Waktunya, Hapus Stigma Dan Diskriminasi Pada Penderita Dan Penyintas Kusta
Hari Minggu terakhir bulan Januari seluruh dunia memeringati Hari Kusta Internasional sebagai bentuk kepedulian pada kasus kusta. Bagaimana prestasi Indonesia dalam menanggulangi kusta sejak pertama kali dicetuskan aktivis kemanusiaan Perancis, Raoul Follerau pada 1953 ini?
Akhir Pekanku Ke Dokter Gigi Di Surabaya Untuk Bersihkan Karang Gigi
Berkunjung ke dokter gigi bukanlah agenda favorit saya. Bagaimana denganmu?
Tangani Kusta Sejak Dini, Yuk Cegah Disabilitas Karena Kusta
Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan lagi untuk menghadiri lagi sebuah gelar wicara mengenai penyakit kusta bersama komunitas 1minggu1cerita.
Gelar wicara yang terselenggara atas kerja sama dari Ruang Publik KBR bersama NLR Indonesia ini menghadirkan dua orang narasumber yang luar biasa.
Narasumber pertama adalah Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (Kusta) Indonesia dan Dulamin, Ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kecamatan Astanajapura Cirebon.
Apa Itu Kusta?
Sebelum melangkah lebih jauh, apa sih Kusta itu? Saya pribadi sih tidak terlalu paham apa itu kusta. Namun, dari pemaparan dr. Sri Linuwih, kusta merupakan sebuah penyakit akibat bakteri mycobacterium leprae yang menyerang syaraf manusia.
Nah, ternyata kusta ini, karena yang diserang adalah sistem syaraf, maka jika tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan kelumpuhan.
Bagaimana bisa begitu?
Karena bakteri kusta ini, pertama kali yang diserang adalah syaraf, maka jangan heran kalau penderita kusta itu awalnya mati rasa. Namun karena tidak segera ditangani, maka kusta tersebut dapat menyebar ke area tubuh dan pada akhirnya menyebabkan kelumpuhan.
Logikanya begini, ketika syaraf mengalami mati rasa, maka tubuh tidak akan mengenali rasa sakit yang timbul karena kerusakan akibat serangan bakteri mycobacterium leprae ini.
Pada akhirnya kerusakan-kerusakan tersebut terakumulasi hingga menjadi parah dan pada akhirnya terjadi kelumpuhan pada penderita kusta.
Gejala Kusta
Kusta memiliki gejala yang mirip dengan penyakit-penyakit kulit lainnya, yaitu timbul bercak merah atau putih pada kulit.
Masalahnya, yang memiliki gejala seperti itu bukan hanya kusta. Penyakit-penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur seperti panu juga memiliki gejala berupa timbulnya bercak pada kulit.
Lalu bagaimana memastikan bahwa bercak yang muncul pada kulit merupakan gejala kusta, bukan penyakit kulit ringan akibat jamur?
Hanya ada satu cara, pergi ke faskes terdekat untuk melakukan pemeriksaan kusta. Dengan pemeriksaan kusta ini, maka kusta bisa terdeteksi sejak dini sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya difabilitas akibat kusta.
Kenapa mengurangi risiko? Karena sebenarnya, bila bercak telah muncul, artinya bakterinya sudah bersarang di dalam tubuh dan entah sudah berapa lama.
Menurut dr. Sri Linuwih, “Waktu yang diperlukan dari masuknya bakteri mycobacterium leprae hingga timbulnya kelainan-kelainan itu memakan waktu rata-rata 3-5 tahun.”
Karena itulah, apabila terdeteksi bercak berwarna merah atau putih terutama di bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti tangan, kaki dan mata, sebaiknya segera bawa kef askes terdekat untuk pemeriksaan.
Stigma Kusta Di Mata Masyarakat Menyebabkan Penanganan Kusta Terlambat
Tapi bagaimana kalau nanti ternyata benar itu kusta? Apa kata orang-orang? Nanti dikira penyakit kusta yang diderita merupakan hukuman dari Tuhan atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat.
Fenomena ini memang walaupun disayangkan, tetapi masih terjadi. Banyak orang yang kurang teredukasi tentang kusta menganggap penyakit ini merupakan sebuah kutukan.
Akibatnya, penanganan-penanganan kusta jadi terhambat karena penderita kusta enggan memeriksakan gejala yang mereka alami ke faskes karena, takut apa kata orang. Sehingga, penanganannya pun terlambat, dan risiko difabilitas akibat kusta pun meningkat.
Masyarakat sebagai salah satu support system seharusnya menjalankan perannya memberikan dukungan kepada penderita kusta, alih-alih menganggapnya sebagai hukuman atas dosa seseorang.
Agar masyarakat dapat terbuka wawasannya tentang penyebab penyakit kusta, gejala dan cara penanganannya, pemerintah perlu berperan aktif dalam mengkampanyekan fakta-fakta tentang kusta dan bahayanya bila penanganan pada gejala-gejala kusta terlambat diberikan.
Hal senada juga diutarakan oleh Dulamin, ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) yang menyayangkan stigma negatif masyarakat tentang kusta. Namun, ia juga menghimbau dan menekankan pada para penderita kusta untuk tetap melakukan pemeriksaan ke faskes bila menemukan gejala kusta.
“Pemerintah perlu memperbanyak informasi bahwa kusta ada obatnya dan gratis” tutup pria paruh baya ini di akhir sesi.
Kesimpulan
Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae bukan penyakit kutukan seperti stigma yang sudah beredar di masyarakat. Selain itu, kusta juga ada obatnya dan bisa didapatkan secara gratis di puskesmas terdekat.
Untuk memangkas berkembangnya stigma negatif masyarakat akan kusta, pemerintah perlu lebih pro-aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang kusta.
Oya, menurut kalian, apa ya yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam mencegah difabilitas akibat kusta ini? Yuk bagikan tanggapanmu di kolom komentar di bawah ini ya.
Share juga ke teman-teman kamu, kalau menurutmu artikel ini bermanfaat ya.
Bukan Kutukan, Ini Yang Kamu Perlu Tahu Tentang Kusta
Setiap warga negara, tak terkecuali penyandang disabilitas termasuk orang dengan/yang pernah mengalami kusta, punya hak yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan bermutu. Namun, berbagai tantangan dan keterbatasan sumber daya membuat pelayanan kesehatan seringkali belum aksesibel bagi mereka.
Jangan Cuma Rajin Bayar Premi, Yuk Melek Asuransi
Seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi, orang yang dulunya anti asuransi, kini sudah mulai mau terbuka dengan asuransi. Apalagi dengan adanya pandemi.
| Karolina Grabowska |
SADARI Ancaman Kanker Payudara Dan Cegah Sebelum Terlambat
Bulan Juni-Juli tahun ini menjadi momen yang tak akan pernah saya lupakan, ketika wabah pandemi yang kita jalani, ikut menghampiri orang-orang terdekat. Teman, tetangga, bahkan kakak tercinta, tak luput dari terjangan virus Covid 19 ini.
Super Simpel : 3 Workout Rumahan Untuk Jaga Kesehatan Saat Pandemi
Beberapa hari ini, saya mulai jarang mendengar woro-woro dari masjid dekat rumah yang mengabarkan berita duka. Alhamdulillah, semoga saja ini pertanda baik dari ikhtiar kita menerapkan prokes ketat di dalam keseharian kita.
![]() |
| Unsplash |





