Mana yang harus didulukan saat travelling, menentukan destinasi wisata atau hunting tiket?
I know this is a silly question, tapi bukankah prinsip ini berlaku juga untuk aspek kehidupan lainnya? Sebelum mengeksplorasi how to-nya, pertama tentuin dulu dong where to-nya.
Masa iya, ngeributin transportasi padahal mau ke mananya masih nggak jelas. Ramashook blas.
Sama halnya dengan pola pengasuhan alias parenting. Apa sih tujuan parenting menurutmu?
Kalau saya pribadi, tujuan saya atau mungkin lebih tepatnya harapan saya untuk Bio adalah mendidiknya menjadi anak yang mandiri dalam 4 aspek: spiritual, emosional, sosial dan finansial.
4 Aspek Kemandirian Ala Mas Prim
1. Mandiri Spiritual
Sebagai umat beragama yang mengimani bahwa hakikat hidup kita adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah, aspek ini buat saya amat sangat fundamental.
Walaupun saya sendiri masih jauh dari kata alim, tetapi boleh dong berharap dan berdoa agar anak bisa tumbuh memiliki iman yang kuat.
Menumbuhkan kesadaran bahwa segala yang ada di dunia ini, semua yang terjadi dan kita alami adalah skenario terbaik-Nya.
Bila kesadaran ini telah tumbuh, maka niscaya sholat, mengaji, berzakat, menjauhi maksiat, akan otomatis dilakukan dengan atau tanpa pengawasan. Karena anak sudah tahu ada yang Maha Melihat yang selalu mengawasi gerak-geriknya 24/7.
2. Mandiri Emosional
Dalam sebuah wawancara, istri John Maxwell, seorang penulis dan motivator dari AS, ditanya apakah selama ini John membuatnya bahagia.
Dan semua orang termasuk John terkejut, ketika ia menjawab, "Tidak."
Kemudian ia pun melanjutkan, "Bukan tugas John untuk membuat saya bahagia. Kebahagiaan saya adalah tanggung jawab saya pribadi."
Bahagimu adalah tanggung jawabmu. Itu yang saya harapkan dari seorang Bio. Saya ingin ia tahu bahwa bukan tugas saya, mommy-nya, atau siapa pun untuk membuat dia bahagia, melainkan dia sendiri yang memilih untuk bahagia atau tidak.
Saya tidak mau ia tumbuh menjadi orang yang menyalahkan orang lain dan lingkungan atas ketidakbahagiaan yang ia rasakan. No!
What happened in you is more important than what happened on you.
Bertanggungjawablah dengan kebahagiaanmu sendiri.
3. Mandiri Sosial
Di dunia ini tidak ada yang namanya kebebasan absolut. Karena gimana-gimana, kebebasan kita, hak kita dibatasi oleh kebebasan atau hak orang lain.
Yang terpenting adalah, bagaimana kita saling menghargai dan menghormati orang lain, serta yang paling penting mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi gesekan-gesekan dalam hubungan dengan orang lain.
Let's face it, walaupun katanya semua orang itu pada dasarnya baik, tapi orang-orang 'tidak baik' itu kan pasti akan selalu ada di setiap generasi. Yang penting adalah how we deal with them.
Kalau memang harus berkonfontrasi, konfrontir saja. Jika memang harus baku hantam, silahkan. Memang lebih baik bila masalah diselesaikan secara baik-baik. Namun jika memang harus pakai kekerasan, ya it's okay.
Lagi pula, agama tidak melarang kita membalas perbuatan buruk orang lain.
Itu yang saya inginkan dari Bio. Memiliki keterampilan sosial yang baik.
4. Mandiri Finansial
Uang memang bukan segalanya, tapi lebih baik punya daripada enggak. Trust me, saya udah ngalamin keduanya, dan bicara soal uang, punya tapi nggak butuh itu lebih baik daripada butuh tapi nggak punya.
Saya pengen Bio bisa mandiri finansial itu maksudnya mampu mengelola uang dari mendapatkan hingga membelanjakan.
Saya termasuk orang yang buruk sekali dalam mengelola uang. Dalam pikiran saya, kalau mau kaya, ya memperbesar pemasukan. Nyatanya, sebesar apa pun pemasukannya, kalau tidak dikelola dengan bijaksana, asal beli...ya ujung-ujungnya boncos juga.
Pemasukan besar itu harus, tapi perlu diimbangi juga dengan pengeluaran yang bijaksana.
Kesimpulan
Kita nggak pernah tahu sampai kapan kita bisa mendampingi anak-anak dalam proses mereka bertumbuh dan mendewasa. Usia adalah sebuah misteri yang hanya diketahui Allah semata.
Saya pribadi, berharap sekali agar Bio bisa segera mandiri dan mengurus dirinya sendiri. Bukan apa-apa, hanya saja saya harus tahu diri. Walaupun saya ingin bisa selalu ada untuknya, tapi kenyataannya, saya nggak akan bisa selalu mendampinginya.
Akan ada masanya ia harus menjalani hidupnya sendiri, tanpa kami, papa dan mominya. Entah karena usia atau bila ia menikah dan membangun keluarganya sendiri kelak.
Saya berharap sekali, ia bisa menjadi pribadi yang mandiri secara spiritual, emosional, sosial dan finansial. Dan sejujurnya, I have no idea bagaimana memastikan ia tumbuh menjadi pribadi mandiri.
Kalau kamu punya ide atau pengalaman soal mendidik anak, please share it. Saya benar-benar terbuka untuk mengeksplorasi how to-nya agar tujuan parenting saya tercapai.
Ditunggu sharing-nya ya.

Sepakat Mas dengan 4 macam kemandirian di atas. Dan buat mencapainya butuh Naik tangga selangkah demi selangkah. Proses yang panjang membekali anak supaya mandiri. Satu lagi kalau di kami berharap anak jadi pembelajar mandiri. Ia tahu harus belajar apa, mengapa, bagaimana caranya
ReplyDeleteApa, kenapa dan gimana ya mbak. Noted mbak. Makasih ya inputnya.
ReplyDeleteAku juga bukan ortu yg ideal sbnrnya mas. Tapi tujuan di atas, pasti semua ortu pengen anaknya bisa mandiri dalam 4 hal itu.
ReplyDeleteAku sendiri masih belajar juga melatih anak utk bisa mandiri. Dalam hal agama, aku belum bisa benar2 melepas mereka utk tau kewajiban 5 waktunya. Tapi setidaknya aku selalu ingetin utk solat trus, walo sambil ngomel. Tapi aku pengen mereka tau, kalo solat ya wajib. Ada yg bilang GPP tiap hari diingetin, Krn lama2 seiring waku mereka pasti sadar dan akhirnya bisa melakukan tanpa disuruh. Yg penting ortunya ya jgn lupa lah 😅
Kalo utk mandiri finansial, aku ikutin cara papa ku. Sejak kecil kami diajarin utk mengelola uang Ama papa. Kalo temen2 dikasih uang sekolah harian, aku sama adikku sejak SD kls 4, diksh bulanan , dan itu hrs ada catatannya, juga hrs cukup utk sebulan. Kalo ternyata kurang hrs jelas utk beli apa. Ingat banget kami Diksh jajan bulanan 50rb di tahun 92. Terlihat besar, tapi utk anak2 di tahun itu yg masih suka jajan, awalnya aku berat ngaturnya. Cuma Krn tiap akhir bulan ditanya papa catatannya, ya mau ga mau belajar. Cara itu berhasil bikin aku disiplin soal budget walopun masih boros. Setidaknya aku strict to the budget.
Itu yg aku ajarin ke anak2. Mereka Diksh uang bulanan bahkan sejak kls 1 SD. Dan aku harus tahu utk apa aja. Lumayan, si adek stidaknya udh tau mengaturnya, dan dia udh paham inflasi . Makanya utk tabungan dia milih emas digital drpd tabungan konvensional. Mengamankan aset 😄
Nah kalo emosi dan sosial ini aku masih blm bener2 bisa, Krn jujur aku sendiri bermasalah dlm hal sosialisasi. Berharap suami yg lebih supel bisa mendidik anak2 lbh bagus
Kalau keseringan diingetin itu aku malah kuatirnya dia jadi ga punya self alert karena selalu ada yang ngingetin. Tapi mungkin bisa dicoba kalau cara ngingrtinnyanya diubah.
DeleteSoal mengelola uang ini, sepertinya ide bagus mbak. Aku coba ya.